Hi, Welcome to my blog, enjoy reading.
RSS

Sabtu, 01 Februari 2014

Sejarah Biskuit


Semua pasti pernah mencicipi makanan nikmat satu ini kan? Biskuit adalah produk makanan kecil yang renyah yang dibuat dengan cara dipanggang (kue kering). Seringakali biskuit menjadi teman bersantai kita dan dipadukan dengan teh atau susu. Istilah biskuit berbeda-beda di berbagai daerah di dunia. Asal kata 'biskuit' atau ‘biscuit’ (dalam Bahasa Inggris) berasal dari Bahasa Latin, yaitu bis coctus yang berarti "dimasak dua kali". Di Amerika, biskuit populer dengan sebutan cookie, yang berarti kue kecil yang dipanggang, atau kue kering.

Sejak abad ke-16 hingga abad ke-18, juga sering disebut dengan besquite dan bisket. Bentuk kata sejenis juga tercipta di beberapa bahasa Eropa. Ciri-ciri dari biskuit diantaranya, renyah dan kering, bentuk
umumnya kecil, tipis dan rata.Ketika banyak orang bertualang mengikuti jejak Christoper Colombus (penemu Benua Amerika), biskuit pun menjadi makanan bekal perjalanan karena bisa tahan lama. Banyak pelaut Inggris dan Amerika yang juga menggunakan biskuit sebagai bahan persediaan makanan saat mereka berlayar. Bahkan di Inggris, biskuit kemudian dijadikan hidangan dalam acara minum teh bersama di kerajaan. Nah, sekarang biskuit sudah berkembang menjadi beragam bentuk. Rasanya pun bervariasi mulai dari cokelat, buah-buahan, kacang, keju, bahkan ada yang berselai di dalamnya. Biskuitpun seringkali menjadi bahan utama dalam hidangan tertentu. Apapun rasa dan bentuknya, biskuit tetap yummy
 
Awalnya biskuit dibuat di Persia pada abad ke-7, karena negara itu merupakan penghasil gula terbesar. Seiring dengan masuknya bangsa Persia ke Spayol,biskuit pun mengalami perpaduan bahan dan cara pembuatan antara Arab dan Eropa.

Masa lalu biskuit juga bisa ditelusuri dari resep ciptaan seorang koki dari Roma bernama Apicius pada tahun 1500-an. Ia membuat roti tebal dari adonan tepung terigu yang kemudian direbus. Setelah roti itu mengering dan mengeras, ia memotongnya kecil-kecil, lalu menggorengnya sampai renyah. Kemudian roti itu di hidangkan dengan madu dan merica. Sejak itulah, orang-orang mulai mengembangkan resep ciptaan koki Apicius menjadi beragam bentuk dan rasa.
 
sumber : http://annisaauliarosyadi.blogspot.com

0 komentar:

Posting Komentar